Bisnis Elektronik Kamera Lesu Sebab Virus Corona

Pasar kamera tahun ini diprediksi tidak akan lebih baik dibanding tahun lalu. Indikasi dari kelesuan pasar tahun ini tercermin dari kelesuan pasar di kuartal I elektronik Indonesia. Manager Electronic Imaging PT Fujifilm Indonesia. Si Anggiawan Pratama memperkirakan pasar elektronik Indonesia kamera bisa turun hingga kurang lebih sebesar 10% pada semester I tahun ini. Menurutnya, terganggunya aktivitas ekonomi di China akibat virus corona (covid-19) secara umum bisa turut berdampak elektronik Indonesia pada perekonomian.

Wabah Virus Corona Berpotensi Mengurangi Aktivitas Pariwisata

Di samping itu, virus corona yang tengah mewabah juga berpotensi mengurangi elektronik Indonesia aktivitas pariwisata dan membuat orang menjadi lebih selektif dalam membelanjakan uang. Hal ini pada gilirannya bisa menyebabkan permintaan kamera elektronik Indonesia menjadi turun. Kondisi ini selanjutnya juga diperparah dengan adanya bencana banjir yang menimpa wilayah Jakarta dan sekitarnya beberapa elektronik Indonesia waktu belakangan ini. “Orang elektronik Indonesia lebih prioritaskan budget mereka untuk saving in case ada bencana susulan,” kata Anggiawan kepada ini.co.id (10/03).

Dihubungi terpisah, General Manager Nikon elektronik Indonesia Indonesia Sukimin Thio memperkirakan permintaan kamera pada sepanjang tahun ini 2020 hmm. Jadi ya bisa merosot 10%-15% dibandingkan tahun lalu akibat virus corona. “Pariwisata turun, elektronik Indonesia jadi permintaan kamera pun juga terimbas,” kata Sukimin ketika dihubungi oleh ini.co.id (7/3). Tidak hanya berdampak kepada permintaan, virus corona juga mengganggu kegiatan produksi kamera. Senior Divison Manager PT Datascrip (distributor tunggal produk pencitraan digital Canon), General Manager of Imaging Division Sintra Wong berujar pihaknya elektronik Indonesia memang mendapat informasi bahwa sejumlah produk kamera Canon terganggu produksinya akibat virus corona.

BACA JUGA : Permintaan Elektronik Naik Seiring Kebijakan Karena COVID

Kamera Nikon Indonesia Menurun Penjualannya

Namun demikian, ia mengaku belum bisa merinci General Manager of Imaging Division detil dari informasi tersebut. “Seberapa besar dampaknya masih General Manager menunggu assessment lebih lanjut dari Canon,” ujar Sintra kepada ini. Seperti ini cok, situasi yang ada agaknya tidak menahan laju pelaku bisnis kamera untuk mengerek penjualan. Senada, Anggiawan mengatakan General Manager of Imaging Division PT Fujifilm Indonesia akan melakukan penjualan perdana kamera General Manager mirrorless yang baru diluncurkan beberapa saat lalu, X-T4 pada bulan April 2020 mendatang.

Selain itu Fujifilm Indonesia juga masih akan meluncurkan beberapa produk baru lagi tahun ini General Manager. Seiring dengan hal ini, Fujifilm Nikon Indonesiaingin mempertahankan revenue penjualan kamera agar tetap stabil tahun ini. Upaya yang serupa juga dijumpai pada Nikon Indonesia paling mantul. Menurut Sukimin, Nikon Indonesia masih akan terus meluncurkan beberapa produk baru elektronik terbaru looohh tahun ini. “Kami tetap akan launch Nikon Indonesia beberapa tipe baru,” tutur Sukimin.

BACA JUGA : Yang Dimiliki iPhone 9 Untuk Penggunanya

Fenomena Panic Bullying Dari Nikon Indonesia Semakin Meroket

Hari itu, fenomena panic buying dimulai Nikon Indonesia. Rak-rak yang biasanya berisi aneka rupa bahan makanan mulai beras, gula, minyak goreng, telur, hingga mie Nikon Indonesia instan di supermarket tiba-tiba kosong melompong. Pemandangan serupa tampak di deretan rak yang biasa berisi produk kebersihan diri dan rumah tangga Nikon Indonesia. Stok aneka bahan pokok itu sejatinya tak benar-benar habis produk Indonesia. Hanya, gerai-gerai retail modern seperti Transmart Carrefour produk Indonesia memiliki kemampuan terbatas untuk mengisi toko dengan cepat. Normalnya, produk Indonesia proses distribusi hingga barang dari gudang dapat terpajang perlu waktu 1-2 hari. Menurutnya, terganggunya aktivitas ekonomi di China Indonesia  akibat virus corona (covid-19) secara umum bisa turut berdampak elektronik Indonesia pada perekonomian.

By Earnest